Sabtu, 15 September 2018

Roda Kehidupan


by 
Ratno Partawi

Khutbah Pertama

إِنَّ ْحَمْداً للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ،  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. قال الله تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”. ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، ........

Jama’ah jum’at rahimakumullah.
Hari ini sampai kita kepada hari yang dimuliakan oleh Allah SWT yang disebut sebagai “Sayyidul Ayyam (induk dari segala hari)”, Allah SWT masih memberikan kita umur panjang sampai saat ini. Bukan hanya umur yang panjang, Allah juga telah memberikan nikmat sehat serta nikmat istiqamah di dalam hati kita. Sehingga dengan nikmat-nikmat tersebut, ringan kita melangkahkan kaki menyambut seruan adzan, datang memenuhi panggilan Allah, menunaikan shalat fardhu jum’at pada hari yang penuh dengan kemuliaan ini.
Untuk itu kita bersyukur kepada Allah. Bersyukur dengan ucapan, dengan memperbanyak mengucap hamdalah (Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin). Bersyukur dengan perbuatan, dengan senantiasa istiqamah melaksanakan segala perintah Allah, dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Untuk itulah, Mari kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, haqqo tuqotihi yaitu dengan sebenar-benar takwa, berusaha menjalankan semua perintah dan sedapat mungkin meninggalkan larangan-Nya. Dan janganlah kita sekali-kali meninggalkan dunia ini kecuali dalam keadaan Islam dan khusnul khotimah.
Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…
Kita renungkan, pelajaran apa yang kita peroleh dari kesempatan hidup yang Allah berikan pada kita, sehingga kita dapat menghirup udara segar awal Muharram 1440 Hijriah ini. Yang kita ketahui adalah bahwa perjalanan waktu terus berputar. Dan itulah yang kita sebut dengan Roda Kehidupan.
Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, mengandung makna bahwa, kadang berada di atas dan kadang pula berada di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya kita mendapatkan sebuah jabatan, namun di saat yang berbeda diambil pula jabatan tersebut. Itu semua adalah merupakan bagian dari ujian kehidupan di dunia ini, Allah ta’ala berfirman,
وَنَبْلُوَّكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.
Sangat beruntung mereka yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang beragam tersebut dapat lulus dan melewatinya dengan baik.......
Tidak mudah untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada kalanya sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; dapat sukses dan lolos saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.
Ada kalanya sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, akan tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.
Ada yang sukses dan lolos saat mendapatkan ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian dengan diturunkan dari jabatan, gagal diuji kenaikan jabatan.
Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…
Bagaimanakah cara, agar kita bisa sukses dan lancar dalam menghadapi berbagai ujian yang beragam tadi?
Faktor pertama dan utama yang diperlukan seorang hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.
Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa yang berupa taufik tersebut.
Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi Muhammad SAW, yang pertama :
تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.
Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa yang menjalankan, yaitu (bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya), maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan Allah SWT. Maka, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti itu. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Yang dimaksudkan kondisi lapang, adalah ketika seseorang dalam keadaan sehat, ketika seseorang diberi kekayaan, ketika seseorang menduduki jabatan dan yang lainnya yang semisal dengan itu.
Sedangkan kondisi susah atau sempit, adalah ketika seseorang sakit, jatuh miskin, atau ketika turun dari jabatan dan yang lainnya yang semisalnya.
Maka, saat kondisi fisik kita masih sehat, mari kita gunakan kesempatan berharga itu untuk lebih semangat dalam beribadah, menghambakan diri kita kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mari kita tunaikan shalat berjamaah di masjid, di mushalla, di tempat-tempat ibadah semisal, dan juga dengan ringan tangan kita berusaha membantu orang lain yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita.
Bila hal demikian dapat kita lakukan, insya Allah kita akan dibantu oleh Allah SWT agar dapat kuat dalam menghadapi ujian-ujian-Nya. Ujian akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Kita dibantu oleh-Nya sehingga bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan yang diujikan pada kita. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan dan bebas dari ujian oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dan pengaruh dari kepatuhan kita di hari sebelumnya kepada Allah SWT, saat kondisi tubuh kita diberi-Nya kesehatan dan kelonggaran.
Demikian juga di saat kondisi rizki sedang lancar, sedang melebihi kebutuhan kita, mari kita tunaikanlah zakat harta kita, kita infaqkan harta kita, kita tidak lupa dengan saudara-saudara kita, mereka yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan kita, kita bantu kegiatan-kegitan yang mengajak kepada bertambahnya keimanan kepada-Nya, dan segala hal yang semisal dengan itu.
Maka bila hal itu dapat kita jalankan, insyaAllah ketika rizki sedang seret, ketika jatah rizki yang diberikan Allah berkurang, bahkan tidak mencukupi kebutuhan pokok kita, keimanan kita akan tetap dikokohkan karena telah dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Sehingga rizki yang sedikitpun akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah SWT. Dan insya Allah badai ujian yang kita terimapun akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dan pengaruh dari ketaatan kita dahulu kepada Allah saat kita dianugerahi rizki yang lancar .
Tidak jauh berbeda, manakala kita masih menduduki suatu jabatan. Kita pergunakan kesempatan berharga itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Mengemban amanah dengan benar dan jauh dari menabrak aturan agama. Berusaha meningkatkan kesejahteraan orang banyak, bukan justru mementingkan kepentingan diri sendiri dan orang yang ada di sekitar kita. Melaksanakan amanah sesuai dengan aturan yang diberikan dengan benar tanpa menyelewengkan kepercayaan itu, berbuat dan berusaha dengan seadil-adilnya, karena berbuat adil lebih dekat kepada takwa.
Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan dengan benar, insyaAllah saat turun dari jabatan yang diemban, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh masyarakat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Allah SWT. Serta yang paling istimewa dari itu adalah meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman dan Rahim. Itulah buah dari kepatuhan kita kepada Allah, pada saat kita mengemban amanah dan menerima jabatan, kemudian dijalankan dengan benar, diemban sesuai dengan haq-nya dan memenuhi kewajiban yang harus dilaksanakan.
Jamaah Jum’ah Rahimakumullah
 Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Ya Allah pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.

Jamaah Jum’ah Rahimakumullah...
Sebagai akhir dari khutbah ini..., jangan sampai karunia Allah SWT berupa apapun yang diamanahkan kepada kita, justru malah mempersulit perjalanan kita di dunia ini, apalagi  malah akan mencelakakan diri kita di akhirat yang kekal abadi, na’udzubillahi min dzalik...!
Dengan ini semoga Allah SWT membimbing di setiap langkah dan perjalanan kita dengan hidayah-Nya, sehingga kita semua dapat menapaki perjalanan hidup ini dengan ringan dan dalam maghfirah-Nya, Aamiin....!

باَرَكَ اللهُ ِلى وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَ نَفَاعَنّيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَ يَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هَوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.



Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفٰى وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىٰ النَّبِيِّ اْلمُصْطَفٰى وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَهْلِ الصِّدْقِ وَاْلوَفىٰ. أَشْهَدُاَنْ لاَاِلٰهَ اِلاَّالله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًاكَثِيْرًا. (أَمَّا بَعْدُ) فَيَا عِبَادَاللهِ. إِتَّقُوْاالله َحَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ تَعَالىٰ صَلىَّ عَلىٰ نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. فَقَالَ تَعَالىٰ اِنَّ الله َوَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىٰ النَّبِى يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فىِ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءِمِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَاقَاضِيَ اْلحْاَجَاتِ. رَبَّنَااغْفِرْلَنَا وَلِإِخْوَانِنَاالَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ أَمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ اْلوَهَّابْ  رَبَّنَا اٰتِنَا فىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفىِ اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الحمد لله رب العالمين.

عِبَادَاللهِ, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِلْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ اْلفَخْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَلَذِكْرُاللهِ اَكْبَرُ. اَقِمِ الصَّلاَةِ.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar